Memaksa Tuhan = Penyembahan Berhala

DATE

Dipaksa adalah sebuah pengalaman yang tidak menyenangkan. Anda dan saya akan marah jika hal ini terjadi pada kita. Namun diakui tidak diakui anda dan saya gemar sekali memaksa, entah itu memaksa pasangan! Memaksa anak! Tak terkecuali memaksa Tuhan! itulah yang seringkali kita lakukan.

Apa buktinya, saya memaksa Tuhan? Barangkali itulah pertanyaan anda? Buktinya, anda mudah sekali kecawa dan marah kepada Tuhan, ketika apa yang anda doakan ternyata tidak Tuhan kabulkan. Anda berharap sembuh, tapi kenyataan anda tetap sakit! Anda berharap diterima, tapi kenyataannya anda ditolak! Anda berharap maju, tapi justru kemunduran yang anda dapatkan! Anda berharap beruntung, tapi kebuntungan yang anda dapatkan! Dalam situasi seperti ini tak jarang anda menjadi kecewa dan marah. “sudah gak usah lagi berdoa; gak usah lagi Yesus-Yesusan; buat apa berdoa wong kenyataan tetap saja susah; tetap saja sakit; tetap saja bangkrut”, barangkali inlah yang akan anda katakan.

Jika betul ini yang sedang terjadi! maka sesungguhnya anda sedang memaksa Tuhan. Anda berdoa hanya untuk memaksa Tuhan. Jika tidak, tentu anda tidak akan seperti itu! Pertanyaannya, betulkah itu tujuan doa? Untuk memaksa Tuhan, Supaya Tuhan meluluskan semua permintaan anda, betulkah seperti itu? Tentu saja tidak. Tapi kalau boleh jujur anda dan saya sering melakukannya. Kita sering seperti Yohanan Bin Kareah, yang marah kepada Tuhan oleh karena Tuhan tak bekerja sesuai harapan.

“Kamu telah menipu dirimu dan membahayakan nyawamu, ketika kamu mengutus aku kepada TUHAN, Allahmu, dengan berkata: Berdoalah untuk kami kepada TUHAN, Allah kita, dan beritahukanlah dengan tepat kepada kami apa yang difirmankan TUHAN, Allah kita, supaya kami melakukannya! Tetapi, sekalipun aku memberitahukannya kepadamu pada hari ini, kamu tidak mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, yaitu tidak menuruti segala sesuatu yang disuruh-Nya kusampaikan kepadamu.”

Yeremia 42:20-21

Jadi Stop Memaksa Tuhan! karena itu = Penyembahan Berhala, siapa berhalanya? (Coba Tebak)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email
Share on telegram
Share on print
Scroll to Top