Menabur

DATE

Dalam hidup ini ada waktunya menabur dan ada waktunya menuai apa yang ditabur. Karena itu selagi ada waktu dan kesempatan milikilah keberanian dan jangan pernah lelah menabur.

“Taburkanlah benihmu pagi-pagi hari, dan janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada petang hari, karena engkau tidak mengetahui apakah ini atau itu yang akan berhasil, atau kedua-duanya sama baik.”
Pengkhotbah 11:6

Ada banyak orang yang enggan, ragu dan berpikir 1000 kali ketika hendak menabur, entah itu menabur waktu, tenaga, pikiran dan juga materi untuk pekerjaan Tuhan, apalagi untuk sesama, karena menabur identik dengan berkorban, kehilangan sesuatu,
atau mengalami kerugian.

Adakah petani menuai hasil jika ia sendiri tidak menabur benih?

Musim panen merupakan akhir kerja keras, cucuran keringat dan air mata, terbayarnya semua pengorbanan.

Apa yang kita tuai di masa depan ditentukan oleh keberanian untuk menabur di masa kini!

Perhatikan! Di tengah situasi yang buruk dan tidak mendukung sekalipun kita harus membuat tindakan iman.

“Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya… ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam”

Pengkhotbah 3:1-2
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email
Share on telegram
Share on print
Scroll to Top